Implementasi Program KKN Berbasis Pemberdayaan Olahraga terhadap Peningkatan Kohesi Sosial Masyarakat: Studi Kasus Turnamen Catur di Desa Rambai, Pariaman Selatan
Abstract
Penelitian ini mengkaji implementasi program pengabdian berbasis olahraga (KKN) yang memanfaatkan turnamen catur sebagai instrumen penguatan kohesi sosial masyarakat di Desa Rambai, Pariaman Selatan, Sumatera Barat. Program dirancang untuk merespons menurunnya interaksi sosial, minimnya kegiatan olahraga terorganisasi, dan tidak adanya program pemberdayaan masyarakat yang terstruktur. Melalui pendekatan partisipatif, dua puluh mahasiswa melibatkan pemerintah desa, karang taruna, dan tokoh masyarakat pada seluruh tahapan program, mulai dari sosialisasi hingga evaluasi. Turnamen mengikutsertakan sekitar 140 peserta dalam tiga kategori (umum, MI putra, dan MI putri). Keberhasilan program diukur melalui data objektif rekam kegiatan dan angket persepsi (skala Likert lima poin, n = 45). Realisasi partisipasi mencapai 175% dari target awal, dan empat faktor pendorong keberhasilan—antusiasme masyarakat, dukungan pemerintah desa dan lembaga kemasyarakatan, legitimasi otoritas olahraga, serta koordinasi internal tim—seluruhnya berkategori "sangat tinggi" (rerata 90,4%). Temuan menunjukkan bahwa program KKN berbasis olahraga efektif sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat, pengembangan karakter, dan kolaborasi multipihak, serta dapat direplikasi pada wilayah pedesaan serupa.