Zannī al-Dalālah dalam Ayat Ahkam: Analisis Tafsir terhadap Penetapan Hukum Islam Modern
Abstract
Melalui fleksibilitas penafsiran ayat-ayat hukum, penunjukkan makna dari zannī al-dalālah sangat krusial dalam menjawab tuntutan permasalahan modern. Penelitian ini bertujuan untuk merespon dinamika problematika kontemporer dengan menganalisis karakteristik, urgensi serta batasan metodologis penggunaan zannī al-dalālah agar tetap objektif. Penelitian ini berbasis kepustakaan dengan menggunakan metode deskriptif-analitis yang mengintegrasikan analisis hermeneutika-tafsir dan ushul fiqh. Data primer penelitian ini bersumber dari kitab tafsir otoritatif yang dianalisis secara sistematis melalui reduksi, penyajian, dan metode komparatif-verifikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat zannī pada teks wahyu merupakan instrumen fleksibilitas syariat yang dipengaruhi oleh aspek kebahasaan dan metodologi penafsiran. Melalui contoh aplikatif kasus QS. Al-Ahzab: 59 mengenai jilbab, ditemukan polarisasi penafsiran dari pendekatan tekstual-klasik hingga kontekstual-kontemporer. Dalam hal ini, penggunaan Tahqīq al-Manāṭ terbukti menjadi kunci krusial dalam menyesuaikan hukum dengan fenomena modern secara presisi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting berupa formulasi kerangka metodologis yang mengintegrasikan analisis linguistik dengan Tahqīq al-Manāṭ sosiologis, menawarkan solusi objektif untuk menjembatani keaslian teks dengan perubahan sosial tanpa terjebak dalam penafsiran bebas.