Implementasi Moderasi Beragama di Masjid Istiqlal Jakarta
Abstract
Sebagai bangsa yang kaya akan kemajemukan agama, suku, dan budaya, Indonesia dihadapkan pada tantangan besar untuk merawat harmoni sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang implementasi moderasi beragama di Masjid Istiqlal Jakarta sebagai ikon masjid negara dan terbesar di Asia Tenggara yang mampu menjadi ikon toleransi sebuah kerukunan umat beragama di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini metode kualitatif dengan studi kepustakaan. Data diperoleh dari sumber media massa, jurnal-jurnal ilmiah dan buku. Teknik analisis data dilakukan setelah merduksi data yang kemudian di deskripsikan dengan kata-kata dan dianalisis dengan teori dan simpulkan. Hasil penelitian menunjukka bahwa Terowongan Silaturahmi antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral merupakan simbol nyata implementasi moderasi beragama dan kebinekaan di Indonesia. Melalui infrastruktur ini, interaksi, solidaritas, dan kerja sama antar-komunitas tumbuh secara alami berbasis budaya lokal dan komunikasi terbuka. Kedua tempat ibadah ini berfungsi ganda, baik sebagai pusat ritual maupun ruang edukasi sosial untuk toleransi praktis. Fenomena sosio-religius ini membuktikan pentingnya ruang publik yang inklusif dalam menjaga kesinambungan komunikasi antaragama di tengah masyarakat yang majemuk