ANTARA MUSIBAH DAN KELALAIAN: ANALISIS FRAMING PADA PEMBERITAAN RUNTUHNYA PONDOK PESANTREN AL-KHOZINY DI KOMPAS.COM DAN BERITAJATIM.COM
Abstract
This study aims to describe and compare the framing employed by Kompas.com and Beritajatim.com in reporting the tragedy and its implications for news text learning. The study employed a qualitative approach with a descriptive method and utilized the Pan and Kosicki framing analysis model, which includes syntactic, script, thematic, and rhetorical structures. The research data consisted of news articles concerning the Al-Khoziny Islamic Boarding School tragedy published by both media outlets during September–October 2025. Data were collected through documentation and note-taking techniques, while data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that Kompas.com emphasizes alleged negligence, violations of safety procedures, and legal accountability, whereas Beritajatim.com focuses more on humanitarian aspects, the atmosphere of grief, and the victim evacuation process. These differences in framing demonstrate that each media outlet has its own way of interpreting an event; therefore, readers need to critically evaluate information presented by the mass media. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan framing yang digunakan oleh Kompas.com dan Beritajatim.com dalam memberitakan tragedi tersebut serta implikasinya terhadap pembelajaran teks berita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan model analisis framing Pan dan Kosicki yang meliputi struktur sintaktik, skrip, tematik, dan retoris. Data penelitian berupa berita tentang tragedi Pondok Pesantren Al-Khoziny yang diterbitkan oleh kedua media pada periode September - Oktober 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan teknik baca-catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com lebih menonjolkan aspek dugaan kelalaian, pelanggaran prosedur keselamatan, serta pertanggungjawaban hukum, sedangkan Beritajatim.com lebih menekankan sisi kemanusiaan, suasana duka, dan proses evakuasi korban. Perbedaan framing tersebut menunjukkan bahwa media memiliki cara tersendiri dalam memaknai suatu peristiwa sehingga pembaca perlu bersikap kritis dalam memahami informasi yang disajikan oleh media massa.