Skip to content
Open access

Reinterpreting women’s independence in the perspective of Islamic education

Aug 2026 · Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam · 0 citations · 21 references

Abstract

Independency become a major discourse that showing ambiguity of role and function of woman in public. This research aims to reinterpretate the meaning of Independent Woman in the perspective of Islamic Education. Library research used as a method of this research, analyzing the library document as a primary and secondary reference. Content analysis is used as the analysis technique on this method through identifying the various characteristics of library data. Results of the research show that 1) Independence means someone’s inner power obtained by individuation process through responsibility for the action taken. 2) the role and women function in the public consist of being ‘spirituality that means being a servant and vicegerent of Allah (abdullah and Khalifatullah), sociality, economy and politics. 3) concept of Independent Woman to Islamic Education Perspective covers the educational and spiritual aspect responsibility of worship and practicing the religion without external force, intellectual aspect that providing women’s rights for education, economy aspect containing a right to own and manage her property, social aspect that providing women to participate in the social field, politics aspect that state equality between men and women on the eye of law. 4) Misinterpretation of Feminist’s idea of independent woman leads to decline of spiritual and demoralizing the civilization. Thus, research is necessary for preserving the harmony of life. Abstrak Independensi adalah pembahasan penting bagi perempuan saat ini yang berada dalam ambang ambiguitas peran dan fungsinya dalam tatanan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menginterpretasikan kembali makna independensi perempuan dalam pandangan Pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research yang menjadikan data pustaka sebagai sumber primer dan sekunder. Teknik analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysist) melalui identifikasi sumber pustaka. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa 1) Independen adalah kekuatan dalam diri seseorang yang diperoleh melalui proses individuasi, dan bertanggungjawab atas segala perbuatan yang dilakukan. 2) peran dan fungsi perempuan di masyarakat meliputi aspek spiritual untuk menjadi ‘abdullah dan khalifatullah, sosial, ekonomi, dan politik. 3) Konsep perempuan independen dalam pendidikan Islam diawali aspek spiritual, mencakup tanggungjawab penuh untuk beribadah dan menjalankan agama dengan bebas dari pengaruh luar. Aspek intelektual, perempuan berhak untuk mendapat pendidikan. Aspek ekonomi, mencakup kepemilikan dan pengelolaan kekayaan. Aspek sosial, perempuan diberi ruang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial. Serta aspek politik, mencakup kesamaan derajat di mata hukum atas ganjaran dari perbuatan yang dilakukan. 4) Ide Feminisme tentang Perempuan Independen yang disalahtafsirkan menjadi tantangan bagi perempuan. Hal ini mengarah kepada kemunduran spiritual dan moral (demoralisasi) masyarakat. Karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk menerangkan makna dari perempuan independen dalam perspektif pendidikan islam demi menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat.

Read PDF

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.