Skip to content
Open access

Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan Islam dalam Mengelola Kesenjangan Kompetensi Guru di Era Transformasi Artificial Intelligence : Studi Library Research

Aug 2026 · Didaktika: Jurnal Kependidikan · 0 citations · 20 references

Abstract

Transformasi Artificial Intelligence (AI) di lembaga pendidikan Islam membawa tuntutan kompetensi baru bagi guru Agama Islam (PAI). Meskipun guru PAI memiliki fondasi pedagogis dan keislaman yang kuat, mereka menghadapi ketidakseimbangan struktural dalam penguasaan teknis dan etika AI. Ketimpangan ini belum terkelola secara sistematis akibat pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang masih bersifat reaktif, parsial, dan administratif. Penelitian ini penting untuk memberikan landasan konseptual mengenai strategi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) pendidikan Islam yang holistik dalam menjembatani kesenjangan kompetensi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data dianalisis secara tematik terhadap artikel-artikel ilmiah bereputasi yang merepresentasikan enam dimensi utama: kesenjangan kompetensi, kesiapan AI, pengembangan profesional, motivasi dan coaching, tata kelola dan kepemimpinan SDM, serta etika dan nilai-nilai Islam. Analisis dilakukan melalui tahap identifikasi, kategorisasi, perbandingan lintas studi, dan sintesis konseptual. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kesenjangan kompetensi guru PAI di era AI merupakan persoalan MSDM kelembagaan yang bersifat multidimensional, bukan sekadar hambatan literasi teknologi individual. Sebagai kontribusi utama, penelitian ini merumuskan sebuah model konseptual baru: Integrative Islamic HRM Framework for AI Readiness. Model ini secara sistematis mengintegrasikan fondasi normatif Islam (Amanah, Adab, Mas'uliyyah, Maqasid Syariah), pilar tata kelola dan kepemimpinan SDM, proses pengembangan profesional berkelanjutan, dan kapasitas individual guru. Implikasi dari penelitian ini menuntut pergeseran paradigma tata kelola SDM di madrasah, pesantren, dan sekolah menuju strategi yang berbasis kompetensi (skill-based planning), human-centric, serta terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. Secara praktis, kerangka ini menjadi panduan operasional bagi pengelola lembaga pendidikan Islam, sekaligus meletakkan dasar bagi penelitian empiris mendatang.

Read PDF

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.