Skip to content
Open access

Resilience as a mediator of parental social support and tahfiz examination anxiety in Islamic education

Aug 2026 · Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam · 0 citations · 19 references

Abstract

This study aims to examine the role of resilience as a mediating variable in the relationship between parental social support and anxiety in tahfiz examinations. Anxiety in tahfiz examinations has distinctive characteristics, as it is not only related to academic demands but also involves memorization performance pressure and psychological readiness during direct recitation. This study employed a quantitative correlational design involving 96 respondents. Data was collected through validated and reliable questionnaires and analyzed using path analysis and the Sobel test. The results indicate that parental social support has a negative effect on anxiety (-0.350). Meanwhile, the indirect effect through resilience is stronger (-0.391), resulting in a total effect of -0.741. The coefficient of determination (R²) of 0.60 indicates that parental social support and resilience collectively explain 60% of the variance in tahfiz examination anxiety. The Sobel test result (Z = -3.36 > 1.96) confirms that resilience significantly functions as a partial mediator. These findings highlight the importance of strengthening resilience to reduce anxiety and enhance students’ psychological readiness in facing tahfiz examinations. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran resiliensi sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara dukungan sosial orang tua dan kecemasan dalam menghadapi ujian tahfiz. Kecemasan pada ujian tahfiz memiliki karakteristik khusus karena tidak hanya berkaitan dengan tuntutan akademik, tetapi juga tekanan performa hafalan serta kesiapan psikologis saat diuji secara langsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 96 responden. Data dikumpulkan melalui angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan teknik path analysis dan uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial orang tua berpengaruh negatif terhadap kecemasan sebesar -0,350. Sementara itu, pengaruh tidak langsung melalui resiliensi lebih kuat, yaitu sebesar -0,391, sehingga total pengaruh mencapai -0,741. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,60 menunjukkan bahwa dukungan sosial orang tua dan resiliensi secara bersama-sama mampu menjelaskan 60% variasi kecemasan menghadapi ujian tahfiz. Hasil uji Sobel dengan nilai Z sebesar -3,36 (>1,96) menunjukkan bahwa resiliensi berperan sebagai mediator parsial yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan resiliensi dalam membantu menurunkan kecemasan serta meningkatkan kesiapan psikologis siswa dalam menghadapi ujian tahfiz.

Read PDF

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.