Skip to content
Open access

Storytelling Berbasis Gurindam 12: Penguatan Dimensi Keimanan dan Kemandirian Anak Usia Dini

Aug 2026 · Jurnal Obsesi · 0 citations

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode storytelling berbasis Gurindam Dua Belas dalam penguatan dimensi keimanan dan kemandirian anak usia dini. Penelitian dilatarbelakangi oleh implementasi pendidikan karakter yang masih bersifat normatif dan belum optimal memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber pembelajaran kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan anak usia 5–6 tahun sebanyak dua puluh satu anak sebagai sampel partisipan. Teknik pengumpulan data mencakup observasi terstruktur, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis melalui model analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa storytelling berbasis Gurindam Dua Belas mampu menginternalisasikan nilai religius melalui pembiasaan doa, rasa syukur, dan kesadaran ketuhanan. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan regulasi diri, tanggung jawab, serta keberanian anak dalam mengambil keputusan sederhana. Integrasi kearifan lokal melalui storytelling terbukti menjadi strategi pedagogis kontekstual dan reflektif yang efektif dalam memperkuat pembentukan karakter sesuai Profil Lulusan PAUD.

Read PDF

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.