Empati sebagai Nilai Pendidikan Karakter Qur’ani: Analisis QS. Al-Qashash ayat 23-28 Perspektif Tafsir Al-Azhar
Abstract
Artikel ini bertujuan membahas empati sebagai nilia pendidikan karakter berdasarkan QS. Al-Qashash ayat 23-28. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh degradasi empati sosial di masyarakat modern akibat teknologi, dan krisis moral seperti ketidakpedulian terhadap kemiskinan, bencana alam, serta penggusuran warga miskin, yang menuntut rujukan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai solusi pembentukan karakter empati. Dengan analisis terhadap Tafsir Al-Azhar karya Hamka, penelitian ini mengadopsi metode kepustakaan (library research) kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis teks tahlili. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, menurut penafsiran Hamka, QS. al-Qashash ayat 23-28 mengandung nilai-nilai empati seperti kepedulian sosial, keikhlasan, tanggung jawab, kesabaran, ketawadhu'an, dan adab kesopanan yang tercermin dalam kisah Nabi Musa membantu dua perempuan di Madyan tanpa pamrih. Kedua, relevansi nilai-nilai empati tersebut tidak hanya menjadi teladan profetik, tetapi juga solusi aplikatif untuk mengatasi krisis moral seperti ketidakpedulian terhadap kemiskinan, bencana, dan penindasan, dengan manfaat teoretis sebagai pengayaan khazanah tafsir sebagai rujukan pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an sebagaimana yang ditegaskan Hamka bahwa kepedulian adalah fondasi masyarakat adil dan berakhlak luhur. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pendidikan karakter Qur’ani dengan merumuskan empati sebagai karakter multidimensional yang mencakup kepekaan sosial, kesadaran moral, dan tindakan prososial. Secara praktis, nilai-nilai tersebut dapat menjadi landasan bagi pengembangan pendidikan karakter yang mendorong kepedulian, tanggung jawab, dan tindakan nyata terhadap persoalan sosial.