ANALISIS KESALAHAN SINTAKSIS PADA TULISAN PEMELAJAR BIPA LEVEL B1
Abstract
This study aims to describe the forms and classification of syntactic errors found in the written production of BIPA learners at level B1. A qualitative descriptive approach was used. The data consisted of written products produced by intermediate BIPA learners in two BIPA institutions, namely Pusat Bahasa Sumedang and Pusat Pengembangan Bahasa Jakarta. Eighteen documents were analyzed, comprising five training documents from BIPA 3 learners in Sumedang and thirteen writing-task documents from BIPA 4 learners in Jakarta. Data were collected through observation and documentation and analyzed using syntactic rules from the Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia and Setyawati’s classification. The findings show 50 syntactic-error data, consisting of 40 errors at the phrase level and 10 errors at the sentence level. The most frequent category is inappropriate word order with 20 data, followed by inappropriate preposition use with 12 data. Other errors include excessive or redundant elements, excessive superlative forms, subjectless sentences, predicateless sentences, subject duplication, illogical sentences, and unnecessary use of foreign terms. These findings indicate that word arrangement and preposition selection are the main syntactic difficulties in the analyzed BIPA learners’ writing. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan klasifikasi kesalahan sintaksis yang ditemukan dalam tulisan pemelajar BIPA level B1. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa tulisan pemelajar BIPA tingkat menengah dari dua lembaga, yaitu Pusat Bahasa Sumedang dan Pusat Pengembangan Bahasa Jakarta. Sebanyak delapan belas dokumen dianalisis, terdiri atas lima dokumen pelatihan pemelajar BIPA 3 di Sumedang dan tiga belas dokumen tugas menulis pemelajar BIPA 4 di Jakarta. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan kaidah Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia dan klasifikasi Setyawati. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 50 data kesalahan sintaksis, yang terdiri atas 40 kesalahan pada tataran frasa dan 10 kesalahan pada tataran kalimat. Kesalahan yang paling dominan adalah susunan kata yang tidak tepat sebanyak 20 data, diikuti penggunaan preposisi yang tidak tepat sebanyak 12 data. Jenis kesalahan lain meliputi penggunaan unsur yang berlebihan atau mubazir, penggunaan bentuk superlatif yang berlebihan, kalimat tidak bersubjek, kalimat tidak berpredikat, penggandaan subjek, kalimat yang tidak logis, dan penggunaan istilah asing. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penataan unsur dalam frasa dan pemilihan preposisi menjadi kesulitan sintaksis utama dalam tulisan pemelajar BIPA yang dianalisis.