Kitab Kuning Sebagai Identitas Keilmuan dan Kurikulum Pesantren Salaf dan Khalaf di Indonesia
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergeseran orientasi pendidikan pesantren di tengah arus modernisasi sistem pendidikan Islam di Indonesia. Meski demikian, kitab kuning tetap dipertahankan sebagai identitas keilmuan yang melekat dalam tradisi pesantren, baik di pesantren salaf maupun pesantren khalaf. Kajian ini bertujuan untuk menelaah kedudukan kitab kuning sebagai identitas keilmuan sekaligus bagian dari kurikulum pesantren salaf dan khalaf di Indonesia. Dari total 23 referensi yang digunakan, 19 di antaranya berupa artikel jurnal ilmiah terbitan sepuluh tahun terakhir yang mayoritas telah terakreditasi SINTA dan memiliki Digital Object Identifier (DOI), sementara sisanya berupa buku-buku pendukung yang berkaitan dengan tema penelitian. Literatur yang terkumpul kemudian disaring berdasarkan relevansi tema, kualitas publikasi, kredibilitas sumber, dan keterkaitannya dengan pokok pembahasan. Validasi dan pengelolaan referensi dilakukan menggunakan aplikasi Zotero guna memastikan keakuratan data bibliografi dan sistematika sitasi. Adapun analisis data dijalankan secara deskriptif-analitis melalui tahapan penyaringan data, pengelompokan, pemaknaan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab kuning masih menjadi elemen utama dalam pembentukan identitas keilmuan pesantren. Di pesantren salaf, kitab kuning menjadi inti kurikulum dan sistem pembelajaran yang menjaga keberlangsungan tradisi keilmuan Islam klasik. Sementara di pesantren khalaf, kitab kuning tetap diajarkan meski sudah dikombinasikan dengan kurikulum formal, ilmu pengetahuan umum, dan perkembangan teknologi. Kajian ini menyimpulkan bahwa kitab kuning tidak sekadar berfungsi sebagai media pembelajaran agama, tetapi juga sebagai simbol tradisi intelektual, otoritas keilmuan, dan identitas kelembagaan pesantren yang terus dijaga di tengah perkembangan pendidikan modern di Indonesia.