Skip to content
Review Open access

Analisis Kebijakan Quantitative Easing Dalam Perspektif Islam Studi Terhadap Prinsip Keadilan dan Stabilitas Ekonomi

Aug 2026 · Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah · 0 citations · 22 references

Abstract

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian kebijakan quantitative easing (QE) dengan prinsip ekonomi Islam melalui kerangka maqashid syariah yang menekankan keadilan, kemaslahatan umum, dan stabilitas ekonomi. Desain/metodologi/pendekatan: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Pencarian literatur dilakukan melalui database Scopus dan PubMed menggunakan aplikasi Publish or Perish, menghasilkan 205 artikel awal. Setelah seleksi melalui protokol PRISMA menggunakan Covidence, diperoleh 60 artikel terbitan 2014–2024 sebagai sampel akhir. Analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer dilakukan untuk memetakan jaringan kata kunci dan tren penelitian, sementara sintesis data dilakukan dengan mengevaluasi setiap artikel berdasarkan lima dimensi maqashid syariah. Temuan Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan QE secara mendasar tidak selaras dengan prinsip maqashid syariah. Dari lima dimensi yang dievaluasi, tiga dinyatakan tidak sesuai (hifz al-mal, hifz al-adl, dan maslahah 'ammah) dan dua berstatus parsial (hifz al-nafs dan hifz al-nasl). Mekanisme QE bertumpu pada instrumen berbasis bunga (riba), mendorong spekulasi aset (maysir), dan dominan menyalurkan likuiditas ke sektor keuangan alih-alih sektor produktif. Analisis bibliometrik juga mengkonfirmasi tidak ditemukannya kata kunci Islamic finance dalam jaringan literatur QE, mengindikasikan celah penelitian yang signifikan. Kontribusi / Orisinalitas / Kebaruan: Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengevaluasi QE secara sistematis melalui kerangka maqashid syariah menggunakan metode SLR. Penelitian ini juga mengusulkan modifikasi QE menuju instrumen syariah seperti sukuk produktif, skema bagi hasil (mudharabah/musyarakah), dan sinergi dengan instrumen fiskal Islam (ziswaf) sebagai alternatif yang lebih berkeadilan.    

Read PDF

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.