Hubungan Status Imunisasi, Riwayat Kelahiran Prematur dan Pendidikan Ibu dengan Kejadian Pneumonia pada Balita Usia 0-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Batuyang Lombok Timur
Abstract
ABSTRACT Pneumonia is one of the main causes of morbidity and mortality in toddlers, especially in developing countries. Various factors are thought to play a role in the occurrence of pneumonia, including immunization status, history of prematurity, and maternal education level. This study aims to determine the differences between immunization status, history of prematurity, and maternal education with pneumonia in toddlers aged 0–5 years in the Batuyang Public Health Centre, East Lombok. This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The study population was all toddlers aged 0–5 years who visited the Batuyang Public Health Centre. The study sample was taken using a purposive sampling technique according to the inclusion and exclusion criteria. Data were collected from medical records and KIA books. Univariat and bivariat analisysis was perfomed using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. The study showed that there was a significant differences between immunization status and pneumonia in toddlers (p = 0.000; PR = 1.958 [CI=1.297-2.954]). In addition, a history of prematurity was had significant differences with pneumonia (p = 0.000; PR = 2.836 [CI=1.804-4.460]). Maternal education was found to have a significant differences with pneumonia, where toddlers from mothers with low education levels were at higher risk pneumonia (p = 0.002; PR = 2.037 [CI=1.135-3.654]). Immunization status, history of prematurity, and maternal education had a significant differences with pneumonia in toddlers aged 0–5 years in the Batuyang Public Health Centre, East Lombok. Keywords: Pneumonia, Toddlers, Immunization Status, Prematurity, Maternal Education. ABSTRAK Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita, terutama di negara berkembang. Berbagai faktor diduga berperan dalam terjadinya pneumonia, di antaranya status imunisasi, riwayat kelahiran prematur, dan tingkat pendidikan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status imunisasi, riwayat kelahiran prematur, dan pendidikan ibu dengan kejadian pneumonia pada balita usia 0–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Batuyang, Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 0–5 tahun yang berkunjung ke wilayah kerja Puskesmas Batuyang. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari rekam medis dan buku KIA. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status imunisasi dengan kejadian pneumonia pada balita (p = 0,000; PR = 1,958 [CI=1,297-2,954]). Selain itu, riwayat kelahiran prematur juga berhubungan secara signifikan dengan kejadian pneumonia (p = 0,000; PR = 2,836 [CI=1,804-4,460]). Pendidikan ibu diketahui memiliki hubungan bermakna dengan kejadian pneumonia, di mana balita dari ibu dengan tingkat pendidikan rendah lebih berisiko mengalami pneumonia (p = 0,002; PR = 2,037 [CI=1,135-3,654]). Status imunisasi, riwayat kelahiran prematur, dan pendidikan ibu memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian pneumonia pada balita usia 0–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Batuyang, Lombok Timur. Kata Kunci: Pneumonia, Balita, Status Imunisasi, Kelahiran Prematur, Pendidikan Ibu.