Batas Epistemologis Kasyf dalam Autentisitas Hadis: Kritik Sanad, Matan, dan Perawi terhadap Riwayat Yaqẓah
Abstract
Abstrak Artikel ini mengkaji batas epistemologis kasyf sebagai sumber pengetahuan keagamaan dalam kaitannya dengan otentisitas hadis, dengan menjadikan riwayat pertemuan yaqẓah Sayyid Aḥmad bin ‘Alī Baḥr al-Qadīmī dengan Nabi Muhammad saw. dalam Tadzkir al-Nās sebagai studi kasus. Menggunakan metode kualitatif berjenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan epistemologis, komparatif, dan kritik hadis, penelitian ini mempertemukan epistemologi sufistik (kasyf) dengan epistemologi muhaddithīn (sanad dan kritik matan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat tersebut tidak memiliki sanad yang dapat ditelusuri, sementara kritik matan hanya menemukan kesesuaian umum dengan Al-Qur’an dan hadis tanpa penguat tekstual yang spesifik. Penelusuran historis terhadap sosok Sayyid Aḥmad al-Qadīmī juga menemukan minimnya data biografis yang independen, sehingga eksistensi historisnya belum dapat diverifikasi secara memadai. Penelitian menyimpulkan bahwa kasyf tidak memiliki otoritas metodologis untuk menggantikan fungsi sanad dalam menetapkan tsubūt hadis, dan lebih tepat diposisikan sebagai pengalaman konfirmatif-hermeneutik terhadap hadis yang telah memiliki dasar historis, bukan sebagai sumber independen bagi lahirnya matan baru.