PENGARUH TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI KATARAK DI RUMAH SAKIT UMUM SRIWIJAYA PALEMBANG
Abstract
Tindakan bedah merupakan solusi utama dalam penanganan katarak, namun prosedur ini kerap memicu kecemasan yang luar biasa pada pasien. Ketegangan psikologis maupun fisik yang muncul menjelang operasi dapat menghambat kesiapan tindakan medis tersebut. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis seperti terapi relaksasi Benson untuk meredakan kepanikan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi relaksasi Benson dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien pre-operasi katarak di Rumah Sakit Umum Sriwijaya Palembang. Studi ini mengaplikasikan pendekatan kuantitatif pra-eksperimental melalui rancangan one-group pretest-posttest. Sebanyak 128 responden dipilih menggunakan teknik non-probability sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) untuk mengevaluasi skala kecemasan sebelum dan setelah intervensi diberikan. Hasil pengukuran menunjukkan penurunan nilai tengah (median) kecemasan secara drastis dari 22,00 (cemas berat) menjadi 13,00 (cemas sedang). Hasil pengujian statistik dengan Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan nilai Z sebesar -9,497 dengan p-value sebesar 0,000. Temuan ini membuktikan bahwa terdapat penurunan skor kecemasan yang bermakna setelah pasien mempraktikkan terapi Benson. Kesimpulannya, terapi relaksasi Benson terbukti efektif sebagai asuhan keperawatan mandiri untuk menstabilkan kondisi emosional pasien sebelum pembedahan, sehingga sangat disarankan untuk diterapkan secara rutin di ruang rawat bedah.