Skip to content
Open access

RANGKAIAN DZIKIR MANAQIB: MELODI SPIRITUAL MERANGKAI MODERASI DALAM KEBERAGAMAN MASYARAKAT

Sep 2026 · ACADEMIA Jurnal Inovasi Riset Akademik · 0 citations

Abstract

ABSTRACT Religious rituals acquire social meaning when practices carried out collectively create space for congregants to experience, interpret, and build relationships with others. This perspective is applied to examine the implementation of Dzikir Manaqib at Al-Qodiri 1 Islamic Boarding School in Jember, particularly the sequence of activities guided by the book I'ānatu al-Ikhwān. The study employed a descriptive qualitative approach involving the manaqib imam, congregants, and members of the surrounding community as informants. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation, then examined using the interactive model of Miles and Huberman and verified through source and method triangulation. The analysis reveals an interconnection between spiritual cultivation and the social experiences of congregants. The spiritual dimension is reflected in the process of religious engagement, while the social dimension emerges through togetherness, interpersonal bonds, mutual concern, and interaction among participants. Within these experiences, tasamuh is reflected in openness and acceptance toward congregants from diverse backgrounds, whereas tawazun is evident in the balance between strengthening one’s relationship with Allah SWT and participation in communal life. These findings position Dzikir Manaqib as a form of living Islam that not only sustains ritual practice but also provides a space for cultivating the values of religious moderation through social encounters. The tradition therefore has potential to be developed as a cultural approach to strengthening religious moderation in community life. ABSTRAK Ritual keagamaan memperoleh makna sosial ketika praktik yang dijalankan secara bersama membuka ruang bagi jamaah untuk mengalami, menafsirkan, dan membangun hubungan dengan orang lain. Perspektif tersebut digunakan untuk membaca pelaksanaan Dzikir Manaqib di Pondok Pesantren Al-Qodiri 1 Jember, khususnya rangkaian kegiatan yang merujuk pada kitab I'ānatu al-Ikhwān. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan imam manaqib, jamaah, dan masyarakat sekitar sebagai informan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu ditelaah menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta diperiksa melalui triangulasi sumber dan metode. Kajian terhadap praktik tersebut memperlihatkan adanya keterjalinan antara pembinaan spiritual dan pengalaman sosial jamaah. Orientasi spiritual tercermin dalam proses penghayatan keagamaan, sementara dimensi sosial hadir melalui kebersamaan, silaturahmi, kepedulian, dan interaksi antarpeserta. Dalam pengalaman tersebut, tasamuh tampak melalui keterbukaan dan penerimaan terhadap jamaah dengan latar belakang yang beragam, sedangkan tawazun terlihat dari keseimbangan antara penguatan hubungan dengan Allah SWT dan kehidupan bersama. Temuan ini menempatkan Dzikir Manaqib sebagai praktik living Islam yang tidak hanya mempertahankan aktivitas ritual, tetapi juga menyediakan ruang pembiasaan nilai moderasi melalui perjumpaan sosial. Tradisi tersebut berpotensi dikembangkan sebagai pendekatan kultural untuk memperkuat moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat.

Read PDF

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.