Skip to content
Open access

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik pada Siswa SMA Negeri 01 Kedondong

Sep 2026 · Journal of Innovative and Creativity (Joecy) · 0 citations · 16 references

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya pengobatan mandiri yang dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan ringan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan, dan analgesik merupakan salah satu golongan obat yang paling sering digunakan dalam praktik tersebut. Kurangnya pengetahuan mengenai penggunaan analgesik yang tepat dapat menyebabkan penggunaan obat yang tidak rasional serta meningkatkan risiko terjadinya efek samping, sehingga pengetahuan yang baik menjadi prasyarat agar perilaku swamedikasi dapat dilakukan secara tepat dan aman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi obat analgesik pada siswa SMA Negeri 01 Kedondong. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 83 responden yang dipilih dengan teknik proportional random sampling dari populasi 469 siswa kelas X dan XI. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik (42,2%), sedangkan perilaku swamedikasi sebagian besar berada pada kategori cukup (37,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value < 0,001 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi obat analgesik. Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi obat analgesik pada siswa SMA Negeri 01 Kedondong. Semakin baik tingkat pengetahuan siswa, semakin baik pula perilaku swamedikasi obat analgesik yang dilakukan, sehingga edukasi kesehatan mengenai penggunaan obat analgesik secara rasional perlu terus ditingkatkan.

Read PDF

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.