Skip to content
Open access

Aktivitas Antikanker Ekstrak Etanol Begonia willemii Endemik Sulawesi Tengah Secara In Vivo Pada Model Tikus Terinduksi Kanker Serviks

Oct 2026 · Borneo journal of pharmascientech · 0 citations

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan global yang masih menjadi penyebab utama kematian pada perempuan. Pentingnya pengembangan agen antikanker alternatif dari bahan alam yang lebih aman. Begonia willemii merupakan tanaman endemik Sulawesi Tengah yang dilaporkan memiliki kandungan metabolit sekunder berpotensi sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antikanker ekstrak etanol B. willemii terhadap kanker serviks pada tikus putih betina (Rattus norvegicus) yang diinduksi DMBA (7,12- Dimethylbenz[a]anthracene) 20 mg/kgBB. Ekstrak B. willemii diperoleh dengan metode maserasi mengunakan etanol 96%. Hewan uji sebanyak 20 ekor dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol positif (cisplatin 5 mg/kgBB), dan tiga kelompok perlakuan ekstrak B. willemii dengan dosis 100, 150, 200 mg/kgBB. Pengamatan dilakukan melalui pemeriksaan Pap smear dan histopatologi jaringan serviks dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak B. willemii memiliki aktivitas antikanker yang ditandai dengan perbaikan morfologi jaringan serviks dan penghambatan proliferasi sel epitel abnormal, dengan dosis optimum 100 mg/kgBB. Berdasarkan temuan tersebut, ekstrak etanol Begonia willemii berpotensi sebagai kandidat agen antikanker serviks berbasis bahan alam.

Read PDF

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.