Fenomena gagalnya keberangkatan jamaah haji furoda di Indonesia menunjukkan perkembangan cara masyarakat memaknai ibadah dalam konteks sosial religius kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep ikhtiar, tawakal, dan takdir melalui perspektif Teologi Islam dengan pendekatan dekonstruksi Jacques Derrida. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan, dengan data yang bersumber dari buku, jurnal, artikel ilmiah, serta dokumen relevan terkait penyelenggaraan ibadah haji dan fenomena haji furoda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dekonstruksi membuka ruang pembacaan ulang terhadap relasi ikhtiar, tawakal, dan takdir sebagai sesuatu yang tidak final, melainkan dinamis dan terus berkembang mengikuti zaman dalam konteks sosial religius masyarakat. Dekonstruksi juga membongkar oposisi biner antara "berhasil berangkat" yang dianggap sebagai keberhasilan spiritual dan "gagal berangkat" yang dipersepsikan sebagai kegagalan religius, sehingga makna keberhasilan ibadah tidak lagi bersifat tunggal dan absolut. Kajian ini menunjukkan adanya rekonstruksi pemahaman hubungan manusia dengan Tuhan dalam praktik keberagamaan kontemporer, di mana nilai ibadah juga terletak pada proses ikhtiar dan tawakal, bukan semata pada hasil akhir keberangkatan. Dengan demikian, fenomena haji furoda tidak hanya merupakan persoalan administratif, tetapi juga ruang refleksi teologis yang memperlihatkan relasi dinamis antara usaha manusia, ketentuan Ilahi, dan struktur sosial yang melingkupinya.
Meningkatnya polarisasi keagamaan dan menguatnya kecenderungan ekstremisme di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, mendorong urgensi penguatan moderasi beragama yang bertumpu pada landasan konseptual yang kokoh, bukan sekadar slogan normatif dalam dokumen kebijakan. Selama ini, kajian tentang moderasi beragama l...
Penelitian ini menyajikan kajian biografis terhadap Bujuk Ardhiba, seorang tokoh sesepuh yang dihormati dalam ingatan kolektif masyarakat Bringen, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah mendokumentasikan serta menganalisis nilai-nilai keteladanan yang terkandung dalam laku hidup Bujuk Ardhiba, kh...
A. Yani, F. Fahmi, Dian Apriana· Labs: Jurnal Bisnis dan Mana...· 0 citations
Penelitian ini dilakukan di Kampung Jalawastu Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Kampung ini masih mempertahankan kearifan lokal di tengah arus modernisasi yang seringkali menggerus berbagai praktik kultural. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran ruang budaya terhadap kesejahteraan psikologis masyarakat Jalawastu. Permasa...
Kecemasan berbicara di depan umum, atau yang dalam khazanah retorika Indonesia sering disebut kecemasan komunikasi dan demam panggung, merupakan hambatan psikologis yang paling banyak dilaporkan dan kerap menghalangi individu, khususnya mahasiswa dan pembicara pemula, dalam menyampaikan gagasan secara lisan. Artikel in...
Irwanto Irwanto, Nurhayati Pane, M. I. Afrizal· Journal of Educational Resea...· 0 citations
Sebagai bangsa yang kaya akan kemajemukan agama, suku, dan budaya, Indonesia dihadapkan pada tantangan besar untuk merawat harmoni sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang implementasi moderasi beragama di Masjid Istiqlal Jakarta sebagai ikon masjid negara dan terbesar di Asia Tenggara yang mampu menja...
Dialek lokal merupakan bagian penting dari kekayaan budaya masyarakat yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi penanda identitas dan sarana untuk mempererat hubungan sosial. Seiring dengan perkembangan zaman, tingginya mobilitas penduduk, serta semakin luasnya penggunaan bahasa Indonesia...
A. Ramadhani, Tiara Aulia, Nabillah Ghassani et al.· Center of Knowledge : Jurnal...· 0 citations
We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads.
See our Cookie Policy.