Aug 2026· Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir· Vol 10, pp. 342-366· 0 citations
Abstract
Perdebatan mengenai pluralisme agama dalam perspektif Islam masih menyisakan perbedaan pandangan, khususnya terkait hubungan antara komitmen teologis dan kehidupan masyarakat majemuk. Penelitian tentang pemikiran Sayyid Qutb umumnya berfokus pada studi komparatif atau penafsiran ayat-ayat tertentu, sehingga belum merekonstruksi secara komprehensif konsep pluralisme agama dalam Tafsir Fī Ẓilāl al-Qur’ān. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep pluralisme agama menurut Sayyid Qutb serta implikasinya terhadap kerukunan antarumat beragama. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis deskriptif-kritis terhadap penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan pluralisme agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sayyid Qutb menolak pluralisme agama dalam pengertian teologis yang menyamakan seluruh agama, tetapi menerima pluralitas sebagai sunnatullah yang harus disikapi dengan keadilan, penghormatan terhadap kebebasan beragama, dan kehidupan bersama secara damai. Menurut Qutb, keselamatan umat sebelum Nabi Muhammad saw. didasarkan pada keimanan kepada Allah, hari akhir, dan amal saleh sesuai syariat nabi masing-masing, sedangkan setelah diutusnya Nabi Muhammad saw., Islam menjadi bentuk keimanan yang final. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Sayyid Qutb merepresentasikan model pluralisme Qur’ani yang mengintegrasikan eksklusivitas teologis dengan inklusivitas sosial. Temuan ini memperkaya kajian tafsir kontemporer dengan menunjukkan bahwa komitmen terhadap akidah dapat berjalan seiring dengan penguatan kerukunan dalam masyarakat plural.
Konflik pembagian warisan kerap menjadi sumber retaknya hubungan kekerabatan dalam keluarga Muslim, bukan semata karena ketidaktahuan terhadap hukum farā'iḍ, melainkan karena persepsi ketidakadilan yang dirasakan para ahli waris. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep penyelesaian konflik waris yang ditawarkan...
Syadza Yumna Asyraf Pramuditya, Anas Mujahiddin· Al-Shamela : Journal of Qura...· 0 citations
Artikel ini mengkaji relevansi tafsīr lughawī dalam memahami Al-Qur’an secara kontekstual. Tafsir Lughawi menekankan pemaknaan ayat berdasarkan kaidah bahasa Arab, tetapi penggunaan pendekatan secara harfiah berpotensi mengabaikan konteks sosial, historis, dan tujuan syar‘i ayat. Penelitian ini menggunakan pendekatan k...
Palahudin Palahudin, Elin Erlina, Sufyan Muttaqin· Journal of Islamic Thought a...· 0 citations
Penelitian ini bertujuan menganalisis kompetensi guru dalam perspektif Al-Qur’an serta relevansinya terhadap pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami kompetensi guru tidak semata-mata sebagai kemampuan profesional dan pedagogis, tetapi juga sebagai kesatuan an...
Aisyah Nur Hafifah, Zulfa Pebriani Fauziah, Yani Amalia Putri et al.· Jurnal QOSIM : Jurnal Pendid...· 0 citations
Disrupsi teknologi kecerdasan buatan menuntut reorientasi metodologis dalam kajian tafsir Al-Qur’an kontemporer. Penelitian ini bertujuan mengkaji hermeneutika komputasional sebagai instrumen bantu untuk memetakan sentimen leksikal dalam Surat Al-Baqarah melalui Natural Language Processing (NLP) dan otomasi alur kerja...
Dwinuryudha Ken Rifqi, Muhammad Irfan, Dedi Gunawan et al.· Al Karima : Jurnal Studi Ilm...· 0 citations
Perkembangan teknologi digital pada era Society 5.0 menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan terhadap pembentukan karakter masyarakat. Kemudahan akses informasi tidak selalu diikuti dengan penguatan nilai moral sehingga berbagai fenomena seperti degradasi akhlak, intoleransi, kekerasan verbal, penyalahgunaan m...
Meningkatnya polarisasi keagamaan dan menguatnya kecenderungan ekstremisme di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, mendorong urgensi penguatan moderasi beragama yang bertumpu pada landasan konseptual yang kokoh, bukan sekadar slogan normatif dalam dokumen kebijakan. Selama ini, kajian tentang moderasi beragama l...
Azizi Hadziq, Khoirul Huda· Arsy· 0 citations
We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads.
See our Cookie Policy.