Skip to content
Open access

Modal Budaya Sebagai Penentu Literasi Kesihatan di Ipoh, Perak

Aug 2026 · Jurnal Wacana Sarjana · Vol 10, pp. 186-198 · 0 citations

Abstract

ABSTRAK   Tahap literasi kesihatan yang berbeza dalam kalangan masyarakat Malaysia mencerminkan wujudnya ketidaksamarataan sosial yang berpunca daripada perbezaan pendidikan, pengalaman budaya serta cara komuniti berinteraksi dengan maklumat kesihatan. Dalam konteks ini, kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan maklumat kesihatan tidak hanya bergantung kepada pengetahuan kognitif, tetapi turut ditentukan oleh modal budaya yang membentuk cara individu menilai serta mentafsir maklumat tersebut. Berasaskan Teori Modal Budaya Pierre Bourdieu, kajian ini meneliti bagaimana tiga bentuk modal budaya iaitu terjelma (embodied), objektif (objectified), dan institusi (institutionalized) berperanan sebagai penentu tahap literasi kesihatan komuniti bandar di Ipoh, Perak. Kajian ini menggunakan reka bentuk kuantitatif, melibatkan 325 orang responden yang dipilih melalui pensampelan kluster berperingkat. Data yang dikumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Spearman bagi menilai kekuatan hubungan antara pemboleh ubah. Hasil analisis menunjukkan bahawa modal terjelma muncul sebagai faktor yang paling signifikan dan dominan dalam meningkatkan keupayaan individu mengakses, memahami, menilai, dan mengaplikasikan maklumat kesihatan secara berkesan. Dapatan ini mengesahkan bahawa literasi kesihatan tidak dapat dipisahkan daripada konteks budaya sebagai salah satu penentu sosial kesihatan masyarakat. Oleh itu, usaha mempertingkatkan literasi kesihatan perlu disesuaikan dengan realiti sosial dan disokong oleh institusi pendidikan serta jaringan komuniti yang sensitif terhadap budaya setempat. Kata kunci: modal budaya, literasi kesihatan, penentu sosial kesihatan, ketidaksamarataan sosial; sosiologi   ABSTRACT   Variations in health literacy levels among Malaysian communities reflect underlying social inequalities arising from differences in educational attainment, cultural experiences, and the ways communities engage with health information. In this context, the ability to access, understand, and use health information is not solely dependent on cognitive knowledge but is also shaped by cultural capital, which influences how individuals evaluate and interpret such information. Grounded in Pierre Bourdieu’s Theory of Cultural Capital, this study examines how three forms of cultural capital—embodied, objectified, and institutionalized—function as determinants of health literacy among an urban community in Ipoh, Perak. Employing a quantitative research design, the study involved 325 respondents selected through multistage cluster sampling. The data were analysed using descriptive statistics and Spearman’s correlation to assess the strength of relationships between variables. The findings indicate that embodied cultural capital emerges as the most significant and dominant factor in enhancing individuals’ capacity to access, understand, appraise, and apply health information effectively. These results affirm that health literacy cannot be separated from cultural context as a key social determinant of population health. Therefore, efforts to improve health literacy should be aligned with social realities and supported by educational institutions and community networks that are sensitive to local cultural contexts.   Keywords: cultural capital, health literacy, social determinants of health, social inequality, sociology

Read PDF

Similar papers

Open access Aug 2026

Dinamika Implementasi Kebijakan Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Pada Kepatuhan Pramuwisata Di Destinasi Tirta Empul

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan terhadap kepatuhan pramuwisata di Destinasi Wisata Tirta Empul, Kabupaten Gianyar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran pramuwisata dalam mendukung kualitas pelayanan wisata dan pelestarian budaya...

Naufal Zacky Yanuarta, Ni Wayan Widhiasthini, N. L. A. Dewi et al. · 0 citations
Review Open access Aug 2026

Literasi Kewarganegaraan dan Kompetensi Abad Ke-21 di Sekolah Dasar: Tinjauan Sistematis

Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi literasi kewarganegaraan terhadap pengembangan kompetensi abad ke-21 pada siswa sekolah dasar di Indonesia. Penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti kerangka PRISMA. Artikel yang diterbitkan pada 2020–2025 ditelusuri melalui SINTA, GARUD...

Yummi Budiarti, Y. Haryanti · 0 citations
Open access Sep 2026

Pengaruh Kebijakan Pemerintah dan Modal Kerja terhadap Kinerja Keuangan UMKM Makanan dan Minuman di Kuningan

UMKM sektor makanan dan minuman memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi kinerjanya dapat dipengaruhi oleh perubahan kebijakan pemerintah dan kemampuan pengelolaan sumber daya internal, termasuk modal kerja. Dalam konteks Kabupaten Kuningan, implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menja...

Haifa Destiya Arofah, Munawaroh Munawaroh, Fitriyasari Fitriyasari · 0 citations
Open access Aug 2026

Sekolah Berbasis Kesenian: Analisis Implementasi Program Indeks Pengembangan Kesenian (IPK) sebagai Penguatan Manajemen Berbasis Sekolah

Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis implementasi program Indeks Pengembangan Kesenian (IPK) kerangka analisis yang dikembangkan peneliti untuk memetakan integrasi kesenian ke dalam tiga komponen Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SDN Silih Asih 1. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif den...

Fikriyah Fikriyah, Agung Prasetya, Rendi Saefullah et al. · 0 citations
Open access Aug 2026

Dari Literasi Menuju Aksi: Kolaborasi Masyarakat dalam Penanggulangan Stunting di Yogyakarta

Stunting merupakan persoalan kesehatan sekaligus tantangan pembangunan manusia yang masih memerlukan perhatian serius di Indonesia. Dampaknya tidak hanya terlihat pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga pada perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang. Kegiatan pengabdia...

S. Azizah · 0 citations
Open access Sep 2026

Kekerasan Berbasis Gender Dan Upaya Pencegahannya Di Indonesia: Kajian Literatur Multidisipliner

Kekerasan berbasis gender (KBG) merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang masih menjadi persoalan serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis korban, tetapi juga mempengaruhi partisipasi sosial, ekonomi, dan politik perempuan...

Ni Putu Tirta Dewi Mahayogi · 0 citations

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.