Skip to content
Open access

Tanggung Jawab Pemerintah terhadap Ujaran Kebencian atas Nama Agama di Ruang Digital Program Studi Magister Hukum Universitas Pattimura Ambon 2026

Sep 2026 · Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian · Vol 5, pp. 7801-7810 · 0 citations

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menciptakan ruang digital yang berfungsi sebagai arena baru bagi kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan hukum. Ruang digital ini menawarkan peluang luas kepada publik untuk mengakses informasi, mengekspresikan pendapat, berkomunikasi, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan publik. Namun, perkembangan ini juga menimbulkan berbagai masalah hukum, salah satunya adalah penyebaran ujaran kebencian. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dasar konstitusional pertanggungjawaban kementerian dan lembaga dalam memantau dan membatasi ujaran kebencian berbasis agama di ruang digital. Studi ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, dengan memanfaatkan pendekatan hukum dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab pemerintah terkait pemantauan ujaran kebencian di ruang digital terpenuhi tidak hanya melalui penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga melalui perumusan peraturan, pemantauan dan pengawasan konten digital, serta pengawasan penyedia sistem elektronik. Hal ini melibatkan pembagian peran di antara berbagai lembaga—khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Badan Siber dan Kriptografi Nasional (BSSN), dan pemerintah daerah yang bekerja sama dengan Forum Kerukunan Beragama (FKUB). Studi ini menyimpulkan bahwa tanggung jawab pemerintah terkait ujaran kebencian di ruang digital mencakup langkah-langkah pengaturan, pencegahan, administrasi, koordinasi, fasilitasi, perlindungan, dan penindasan, sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh hukum.

Read PDF

Similar papers

Open access Aug 2026

Edukasi Aplikasi Serang Digital, Pemetaan Wilayah, Serta Pendampingan Belajar Sekolah Dasar dan PAUD di Kelurahan Cipete

Artikel ini mendokumentasikan inisiatif yang dilakukan oleh Kelompok 09 program "Kuliah Kerja Mahasiswa" (KKM) untuk menjawab kebutuhan terkait infrastruktur fisik, pendidikan, teknologi, ekonomi, dan kesehatan di lingkungan Cipete. Pelaksanaannya menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif yang mencakup observasi par...

Vina Vijaya Kusuma, Romli Ardie, Risti Afriliyani et al. · 0 citations
Open access Aug 2026

Tanggung Jawab Hukum Pengelola Platform Digital Terhadap Potensi Bahaya yang didahapi : Tinjauan Atas Kasus Pelecehan, Cyberbullying dan Konten Negatif

Perkembangan platform digital telah mengubah pola interaksi sosial ke dalam ruang siber yang bersifat terbuka, masif, dan minim batas. Kondisi ini di satu sisi memperluas kebebasan berekspresi, namun di sisi lain memunculkan berbagai risiko, khususnya bagi anak dan remaja, seperti cyberbullying, pelecehan digital, dan...

Riski Martaon, nynda fatmawati octarina · 0 citations
Open access Sep 2026

Tinjauan Yuridis Penadahan Hasil Kejahatan melalui Marketplace Online

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah transaksi jual beli dari pola konvensional menuju marketplace online, tetapi pada saat yang sama membuka ruang bagi peredaran barang hasil kejahatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan hukum pidana mengenai tindak pidana penadahan hasil kejahatan yang diperj...

Gendut Winarko, M. Borman, M. Aribawa et al. · 0 citations
Open access Aug 2026

Efektivitas Isbat Nikah Sebagai Instrumen Perlindungan Hukum Bagi Perkawinan Tidak Tercatat Di Kabupaten Kolaka

Perkawinan tidak tercatat menimbulkan ketidakpastian hukum terhadap status suami, istri, dan anak serta menghambat pemenuhan hak keperdataan dan akses pelayanan publik. Isbat nikah menjadi mekanisme hukum untuk mengesahkan perkawinan yang telah dilangsungkan menurut agama, tetapi belum dicatatkan oleh negara. Penelitia...

Ika Nurul Annisa, Hj. Suriani Bt Tolo, S. L · 0 citations
Open access Sep 2026

Pertanggung Jawaban Pidana atas Penghinaan Lisan di Ruang Publik dalam Era Kebebasan Berekspresi

Era digital telah memfasilitasi kebebasan berekspresi, namun juga memicu peningkatan kasus penghinaan lisan yang disebarkan melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana atas penghinaan lisan di tengah jaminan kebebasan berekspresi, dengan fokus pada penafsiran hukum pidana...

Azzahra Aliqa Putri, E. Dewi, Fristia Berdian Tamza et al. · 0 citations
Open access Sep 2026

Tanggung Jawab Bank terhadap Penyalahgunaan Data Debitur dalam Perjanjian Kredit Digital

Digitalisasi perbankan telah mendorong pesatnya pertumbuhan perusahaan pinjaman digital, menjadikan informasi pribadi peminjam sebagai komponen mendasar dalam seluruh proses kredit mulai dari pengajuan hingga administrasi. Namun, hal ini juga memunculkan risiko hukum seperti kebocoran data, intervensi, penggunaan ilega...

S. Nurhasanah, Dianne Eka Rusmawati, Kasmawati et al. · 0 citations

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.