Aug 2026· PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora· 0 citations· 18 references
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengonstruksi konsep peserta didik sebagai khairu ummah berdasarkan perspektif Al-Qur’an sebagai kerangka normatif dalam merespons dekadensi moral dan perundungan di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Sumber data primer meliputi Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir otoritatif, sedangkan sumber sekunder mencakup literatur ilmiah kontemporer yang relevan, terutama publikasi tahun 2021–2025. Data dianalisis melalui content analysis yang dipadukan dengan metode tafsir tematik (tafsir maudhu‘i) serta proses kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Q.S. Ali ‘Imran [3]: 110 memuat tiga pilar utama khairu ummah, yaitu amar ma‘ruf, nahi munkar, dan iman kepada Allah, yang membentuk peserta didik sebagai subjek moral yang memiliki tanggung jawab individual sekaligus sosial. Analisis juga mengidentifikasi lima bentuk perundungan dalam terminologi Al-Qur’an, yaitu sukhriyyah, lamz, hamz, alqab, dan al-ghamz, yang berpotensi bertentangan dengan tujuan perlindungan dalam al-maqashid al-khamsah. Sintesis penelitian menunjukkan adanya korespondensi konseptual antara pilar khairu ummah dan mekanisme pencegahan perundungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konstruksi peserta didik sebagai khairu ummah menawarkan kerangka normatif-Qur’ani yang integratif bagi pengembangan pendidikan karakter dan pencegahan perundungan di sekolah Islam.
Penelitian ini bertujuan menganalisis kompetensi guru dalam perspektif Al-Qur’an serta relevansinya terhadap pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami kompetensi guru tidak semata-mata sebagai kemampuan profesional dan pedagogis, tetapi juga sebagai kesatuan an...
Aisyah Nur Hafifah, Zulfa Pebriani Fauziah, Yani Amalia Putri et al.· Jurnal QOSIM : Jurnal Pendid...· 0 citations
Studi ini mengeksplorasi prinsip-prinsip pengelolaan konflik berdasarkan perspektif Al-Qur’an, dengan fokus analisis pada QS. Al-Hujurat ayat 9–10 sebagai dasar utama dalam merumuskan strategi penyelesaian konflik di lingkungan pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami nilai-nilai Qurani seperti islah...
Nida Uswatunnisa Keluarga Bahagia, Azmi Alawi Junaedi, Dini Pitriani et al.· An-Nahdliyyah: Jurnal Studi...· 0 citations
Tafsir ilmiah semakin memperkuat dialog antara Alquran dan ilmu pengetahuan modern melalui upaya menafsirkan ayat-ayat kauniyah berdasarkan teori-teori sains kontemporer. Salah satu ayat yang paling banyak diperdebatkan adalah QS. al-Anbiyā’/21:30, khususnya frasa kānatā ratqan fa-fataqnāhumā, yang sering dikaitkan den...
Nabilah Abdul Rahim, M. Ulinnuha, Arrazy Hasyim et al.· AL Fikrah: Jurnal Pemikiran...· 0 citations
Ketentuan iddah dalam Al-Qur'an sering dipahami secara legalistik-parsial, sehingga dimensi filosofis dan keadilannya bagi perempuan kurang tergali. Artikel ini mengkaji konsep iddah secara tematik (mawḍū‘ī) menggunakan metode al-Farmawi terhadap QS. al-Baqarah: 228 dan 234, QS. al-Thalaq: 4, serta QS. al-Ahzab: 49. Pe...
M. Ghofar, Nashrullah· Al Karima : Jurnal Studi Ilm...· 0 citations
Disrupsi teknologi kecerdasan buatan menuntut reorientasi metodologis dalam kajian tafsir Al-Qur’an kontemporer. Penelitian ini bertujuan mengkaji hermeneutika komputasional sebagai instrumen bantu untuk memetakan sentimen leksikal dalam Surat Al-Baqarah melalui Natural Language Processing (NLP) dan otomasi alur kerja...
Dwinuryudha Ken Rifqi, Muhammad Irfan, Dedi Gunawan et al.· Al Karima : Jurnal Studi Ilm...· 0 citations
Transformasi sosial di era kontemporer telah membawa perubahan dalam peran dan dinamika pernikahan yang dapat menghadirkan tantangan psikologis bagi pasangan dalam mengelola tanggung jawab rumah tangga dan mempertahankan kepuasan pernikahan. Penelitian ini mengkaji relevansi konsep self-efficacy dalam penafsiran M. Qur...