Aug 2026· Jurnal Pendidikan Tambusai· Vol 10, pp. 22651-22658· 0 citations· 13 references
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya konflik norma horizontal antara Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA). Ancaman pidana yang berat dan ketentuan pidana minimum khusus dalam UU Narkotika menyebabkan anak yang berhadapan dengan hukum tidak memenuhi syarat formal diversi sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (2) UU SPPA. Kondisi tersebut berdampak pada terabaikannya prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis disharmonisasi kedua peraturan tersebut, mengkaji implikasinya terhadap pelaksanaan diversi dan pemidanaan anak di Pengadilan Negeri Pekanbaru, serta merumuskan model harmonisasi hukum yang ideal. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, pendekatan konseptual, dan pendekatan perbandingan. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui penalaran dan interpretasi hukum terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan adanya disharmonisasi antara paradigma crime control model dalam UU Narkotika dengan pendekatan restorative justice dan social welfare dalam UU SPPA. Ketentuan pidana minimum khusus di atas tujuh tahun menghambat pelaksanaan diversi dan mendorong penerapan peradilan formal (primum remedium) terhadap anak. Akibatnya, anak yang pada hakikatnya merupakan korban eksploitasi sindikat narkotika tetap dijatuhi pidana penjara, sementara rekomendasi pembimbing kemasyarakatan belum menjadi pertimbangan utama hakim. Penelitian ini menawarkan model harmonisasi hukum melalui penempatan UU SPPA sebagai lex specialis ratione personae (lex consumens) serta rekonstruksi ketentuan diversi berdasarkan karakteristik anak dan prinsip kepentingan terbaik bagi anak, sejalan dengan semangat humanisasi KUHP dan KUHAP Baru.
Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan diversi terhadap anak yang berkonflik dengan hukum dalam tindak pidana narkotika serta mengkaji pertentangan normatif antara pemenuhan bentuk pertanggungjawaban hasil diversi dengan asas legalitas dan perlindungan hak-hak korban. Penelitian ini merupakan penelitian hukum...
Holik Ferdiansyah, D. Sidarta, Fathul Hamdani et al.· Indonesian Journal of Innova...· 0 citations
Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan hukum konsumen terhadap klausul barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan, beserta kelemahan regulasi dan pertanggungjawaban hukum yang muncul. penelitian ini bersifat normatif dengan data lapangan sebagai penyelidikan. Pendekatan yang digunakan meliputi pendek...
Ferdiansyah F. Adipu· Jurnal Pustaka Cendekia Huku...· 0 citations
Peningkatan angka perkawinan campuran di Indonesia turut memperbesar populasi anak berstatus hukum ganda yang akan menghadapi persoalan keperdataan lintas yurisdiksi, termasuk hak atas warisan, sementara Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan tidak mengatur
secara eksplisit kedudukan anak tersebut sebaga...
Try Putra Arifin, Nurul Miqat, A. Lanini· Al-IHKAM: Jurnal Hukum Kelua...· 0 citations
Penelitian hukum normatif ini mengkaji kepastian hukum pelaksanaan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) anggota Kepolisian berdasarkan Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022. Isu utama penelitian adalah diskrepansi norma dan legal gap vertikal antara Perpol tersebut dengan peraturan yang lebih tinggi, terutama Per...
Udin Nurkholis Huda, Sri Astutik, Noenik Soekorini et al.· Jurnal QOSIM : Jurnal Pendid...· 1 citation
Penelitian ini menganalisis batas normatif diversi dan penggunaan pidana pengawasan terhadap anak pelaku tawuran yang membawa senjata tajam dalam penanganan perkara di Polres Semarang. Permasalahan muncul karena Pasal 7 Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak membatasi diversi pada tindak pidana yang diancam pidana...
Hani Irhamdessetya, Hendrik Pebriyanto, Latif Makmun· SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial,...· 0 citations
Penelitian ini bertujuan menganalisis secara yuridis kerangka normatif pencatatan Commanditaire Vennootschap (CV) dalam sistem Administrasi Hukum Umum (AHU) Online berdasarkan Permenhum No. 25 Tahun 2025 mengenai Penyelenggaraan Layanan Jasa Hukum Persekutuan Perdata, Persekutuan Firma, dan Persekutuan Komanditer (yang...
Putu Yustika Devi Savitri, I. N. Nuarta· Acta Comitas· 0 citations
We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads.
See our Cookie Policy.