Sep 2026· JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL· Vol 5, pp. 229-240· 0 citations
Abstract
Indonesia sebagai negara megabiodiversitas memiliki sumber daya genetik (Genetic Resources/GR) yang melimpah, tetapi tetap rentan terhadap biopiracy dan eksploitasi oleh pihak asing tanpa pembagian manfaat yang adil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indikator penentu sumber daya genetik berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia serta mengevaluasi bentuk perlindungan hukum terhadap eksploitasi oleh entitas asing. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer dan sekunder yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya genetik secara hukum ditentukan berdasarkan tiga indikator kumulatif, yaitu asal bahan biologis yang meliputi tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme; keberadaan unit fungsional hereditas; serta nilai aktual atau potensial. Perlindungan preventif mencakup kewajiban pengungkapan asal dalam permohonan paten berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten, pendaftaran Kekayaan Intelektual Komunal berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2022, serta penerapan Prior Informed Consent (PIC) dan Mutually Agreed Terms (MAT) berdasarkan Protokol Nagoya (Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2013). Perlindungan represif dilakukan melalui mekanisme penyelesaian sengketa, penegakan hukum terhadap biopiracy, pembatalan paten asing yang diperoleh secara melawan hukum, serta tuntutan Access and Benefit-Sharing (ABS) yang adil. Penelitian ini menekankan pentingnya pembentukan kerangka hukum sui generis yang terintegrasi, digitalisasi basis data sumber daya genetik nasional, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat adat untuk menjaga kedaulatan keanekaragaman hayati dan mewujudkan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan.
Pelanggaran kerahasiaan informasi kesehatan pasien oleh dokter merupakan fenomena hukum yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia, mengingat data BSSN mencatat 103 insiden kebocoran data sepanjang 2023 dan Indonesia masuk 10 besar negara dengan kebocoran data terbesar di dunia. Penelitian ini bertujuan menganalisis ben...
Ratih Hardini, Imam Ropii, Carolina Kuntardjo et al.· SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial,...· 0 citations
Penelitian ini menganalisis disharmoni norma dalam pengaturan pendirian persekutuan perdata, persekutuan firma, dan persekutuan komanditer di Indonesia setelah berlakunya Peraturan Menteri Hukum Nomor 25 Tahun 2025, beserta implikasinya terhadap tanggung jawab notaris. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bentuk...
I. P. B. Padmanegara, Kadek Sarna· Acta Comitas· 0 citations
Pembangunan basis data genomik nasional melalui Platform SatuDNA menempatkan informasi biologis warga di dalam satu infrastruktur yang dikelola negara, sedangkan hukum Indonesia belum mengenal kedudukan kerabat biologis yang informasi genetiknya tersingkap tanpa pernah menyerahkan sampel maupun memberikan persetujuan....
Ratna Widyaningrum, Nurul Ummi Rofiah, Adhitya Naufal Pribadhi et al.· JHN: Journal of Health and N...· 0 citations
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemenuhan unsur-unsur tindak pidana perdagangan orang serta menganalisis penerapan unsur tersebut oleh Majelis Hakim dalam Putusan Nomor 403/Pid.Sus/2023/PN.Byw yang dikaitkan dengan perkembangan hukum pidana nasional. Kajian penelitian mencakup analisis terhadap pertanggungjawab...
Roudoh Rohmatilah, W. Ikhsan, Ahmad Badawi· Pahlawan: Jurnal Pendidikan-...· 0 citations
Sistem self-assessment di Indonesia menyerahkan sepenuhnya kewajiban menghitung, menyetor, dan melaporkan pajak kepada wajib pajak sehingga lemahnya pengawasan berpeluang dimanfaatkan untuk penyimpangan. Salah satu bentuk penyimpangan yang berulang adalah faktur pajak yang diterbitkan atau dikreditkan tanpa didasari tr...
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya konflik agraria akibat ekspansi industri berbasis lahan dan praktik perampasan tanah (land grabbing) yang mengancam ruang hidup serta hak-hak masyarakat adat di Indonesia. Salah satu kasus yang berlangsung panjang terjadi antara Masyarakat Adat Padumaan-Sipituhuta dan PT. T...
George Neles Saribulan· Synergy· 0 citations
We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads.
See our Cookie Policy.