Skip to content
Open access

Rekonstruksi Kebijakan Hukum Pidana terhadap Kejahatan Artificial Intelligence dalam Mewujudkan Keseimbangan Kedaulatan Negara dan HAM

Aug 2026 · Jurnal Hukum Pidana Indonesia · 0 citations

Abstract

Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) di Indonesia menghadirkan tantangan baru bagi hukum pidana, terutama terkait fenomena black box, bias algoritmik, manipulasi konten (deepfake), dan pelanggaran privasi. Karakter otonom AI menimbulkan krisis akuntabilitas karena keputusan sistem kerap dijadikan alasan untuk mengaburkan pertanggungjawaban manusia. Kondisi tersebut menunjukkan terjadinya legal lag, yaitu ketertinggalan hukum dalam mengantisipasi kompleksitas kejahatan digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis inkompatibilitas asas legalitas dan unsur kesalahan dalam KUHP terhadap tindak pidana berbasis AI, mengevaluasi efektivitas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dalam mengatasi manipulasi algoritmik, serta merekonstruksi formulasi hukum pidana yang menyeimbangkan kedaulatan digital dengan perlindungan hak asasi manusia. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan hukum melalui analisis terhadap KUHP, UU ITE, UU PDP, serta EU AI Act. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hukum Indonesia belum mengatur delik khusus terkait deepfake, belum mewajibkan explainability protocol sebagai standar pembuktian digital, dan belum mengenal mekanisme tiered liability bagi pengembang, penyedia, maupun pengguna AI. Kekosongan tersebut menyebabkan ketidakpastian hukum dalam penentuan pertanggungjawaban pidana. Penelitian ini menawarkan rekonstruksi melalui pembentukan Undang-Undang Kecerdasan Buatan sebagai lex specialis yang mengadopsi pendekatan berbasis risiko (risk-based approach), tiered liability, dan paradigma Pancasila-by-Design. Model ini mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam tata kelola AI guna menjamin prinsip human-in-command, memperkuat kedaulatan digital nasional, melindungi hak atas privasi dan keadilan, serta mencegah imperialisme algoritmik dalam perkembangan teknologi digital.

Read PDF

Similar papers

Open access Aug 2026

Perlindungan Hukum Konsumen terhadap Keputusan Otomatis dalam Proses Klaim Asuransi Berbasis Artificial Intelligence

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam industri perasuransian semakin berkembang melalui otomatisasi proses klaim, analisis risiko, dan pengambilan keputusan. Meskipun teknologi ini meningkatkan efisiensi, penggunaan keputusan otomatis juga menimbulkan persoalan hukum ketika konsumen dirugikan oleh proses yang...

Anisa Berliana Salsa, Dian Arianto · 0 citations
Open access Aug 2026

Analisis Yuridis Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kejahatan Siber Dalam Penipuan Jual Beli Online Dengan Modus Segitiga di Kota Makassar

Perkembangan teknologi informasi dan perdagangan elektronik (e-commerce) memberikan kemudahan dalam transaksi jual beli online, namun juga menimbulkan risiko meningkatnya tindak pidana penipuan, salah satunya penipuan dengan modus segitiga (triangle fraud). Modus ini dilakukan dengan memanfaatkan identitas dan informas...

Muh. Nurlail Takbir Akbar, H. Alimuddin, H. L. Arumahi et al. · 0 citations
Open access Aug 2026

Analisis Yuridis terhadap Anak yang Berhadapan dengan Hukum pada Perkara Narkotika Berdasarkan Prinsip Kepentingan Terbaik bagi Anak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya konflik norma horizontal antara Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA). Ancaman pidana yang berat dan ketentuan pidana minimum khusus dalam UU Narkotika menyebabkan anak yang ber...

Reza Cesario, M. Dm, Yalid Yalid · 0 citations
Open access Sep 2026

Penerapan Sanksi Pidana dan Restitusi bagi Korban Kekerasan Seksual Berdasarkan UU TPKS dalam Perspektif Pembaharuan Hukum Pidana

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) merupakan tonggak transformatif dalam sistem peradilan pidana Indonesia dan wujud nyata pembaharuan hukum pidana. Penelitian ini menganalisis efektivitas penerapan sanksi pidana dan mekanisme restitusi bagi korban kekerasan seksual berd...

Nadila Achmad · 0 citations
Open access Aug 2026

Konstruksi Ekoteologi Fatwa MUI Lingkungan: Analisis Semantik dan Strategi Integrasi dalam Pembelajaran PAI Berbasis Proyek

Krisis lingkungan global yang semakin serius mendorong perlunya respons keagamaan yang sistematis, salah satunya melalui Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 86 Tahun 2023 tentang Hukum Pengendalian Perubahan Iklim Global. Namun, nilai-nilai ekoteologi dalam fatwa tersebut belum terintegrasi secara optimal ke dala...

A. Safitri, Arif Maulana, Khusnul Khotimah et al. · 0 citations
Open access Aug 2026

Perlindungan Hukum terhadap Risiko Diskriminasi Algoritma dalam Pelayanan Publik Berbasis Artificial Intelligence di Indonesia

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pelayanan publik semakin berkembang seiring transformasi digital pemerintahan. Teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan, namun juga berpotensi menimbulkan diskriminasi algoritma akibat bias data dan proses pengambilan keputusan otomatis. Penelitian...

Marsela Marsela, Satriya Nugraha · 0 citations

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.