Skip to content
Open access

REKONSTRUKSI KONSEP QIWĀMAH DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM: ANALISIS FEMINIS FIQH DAN MAQĀṢID AL-SYARĪ’AH

Jul 2026 · QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies · Vol 5, pp. 747-765 · 0 citations · 34 references

Abstract

Konsep qiwāmah (kepemimpinan laki-laki dalam keluarga) merupakan salah satu konsep penting dalam hukum keluarga Islam. Selama ini, konsep tersebut banyak dipahami melalui fiqh klasik yang berkembang dalam masyarakat patriarkal, sehingga menempatkan laki-laki sebagai pemegang otoritas utama dalam keluarga. Perkembangan nilai keadilan, kesetaraan gender, dan penghormatan terhadap martabat manusia mendorong perlunya peninjauan kembali terhadap konsep tersebut agar tetap relevan dengan kehidupan masyarakat Muslim kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi konsep qiwāmah dalam fiqh klasik, mengkaji kritik dan reinterpretasinya melalui perspektif feminis fiqh, serta merekonstruksi konsep qiwāmah berdasarkan pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah guna membangun relasi keluarga yang adil, egaliter, dan berorientasi pada kemaslahatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari QS. al-Nisā’: 34, kitab-kitab fiqh lintas mazhab, dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), kemudian dianalisis menggunakan perspektif feminis fiqh dan maqāṣid al-syarī‘ah sistemik-kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep qiwāmah dalam fiqh klasik dipengaruhi oleh kondisi sosial pada masa pembentukannya sehingga memposisikan laki-laki sebagai pemimpin keluarga berdasarkan tanggung jawab ekonomi dan otoritas domestik. Perspektif feminis fiqh mengkritik pemahaman tersebut karena mengandung bias gender dan menafsirkan qiwāmah sebagai amanah kepemimpinan yang didasarkan pada tanggung jawab, bukan pada keunggulan jenis kelamin. Selanjutnya, pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah merekonstruksi qiwāmah sebagai kepemimpinan yang bersifat kontekstual, berbasis kemitraan (mubādalah), serta menekankan kerja sama, tanggung jawab bersama, keadilan, dan perlindungan martabat manusia dalam kehidupan keluarga. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis fiqh klasik, perspektif feminis fiqh, dan pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah untuk menghasilkan konsep qiwāmah yang lebih relevan, adil, dan responsif terhadap dinamika keluarga Muslim kontemporer.

Read PDF

Similar papers

Open access Sep 2026

Konsep Penyelesaian Konflik Waris dalam Tafsir Al-Mishbah:  Analisis Persepsi Keadilan dan Resolusi Konflik dalam Psikologi Sosial

Konflik pembagian warisan kerap menjadi sumber retaknya hubungan kekerabatan dalam keluarga Muslim, bukan semata karena ketidaktahuan terhadap hukum farā'iḍ, melainkan karena persepsi ketidakadilan yang dirasakan para ahli waris. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep penyelesaian konflik waris yang ditawarkan...

Syadza Yumna Asyraf Pramuditya, Anas Mujahiddin · 0 citations
Open access Aug 2026

Keterlibatan Calon Istri dalam Menentukan Mahar Perkawinan: Perspektif Mazhab Syafi’i

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan mahar dalam hukum Islam, menelaah pandangan hukum Islam tentang keterlibatan calon istri dalam menentukan mahar, serta mengkaji bagaimana Mazhab Syafi’i memandang batas kewenangan wali dan partisipasi perempuan dalam penentuan mahar perkawinan. Penelitian ini menggu...

Wildan Saila Rizqi, Abdullah Afif · 0 citations
Open access Sep 2026

Maqāṣid Syarī'ah dan Pencegahan Perkawinan Dini: Studi tentang Implementasi Bimbingan Remaja Usia Sekolah di Kantor Urusan Agama Kecamatan Solokuro

Penelitian ini menganalisis peran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Solokuro dalam pelaksanaan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sebagai upaya pencegahan perkawinan dini serta relevansinya dengan perspektif Maqāṣid Syarī'ah. Kajian ini berangkat dari tingginya angka perkawinan dini yang belum dapat diatasi hanya m...

Janeko Janeko, Reza Arifayanti · 0 citations
Open access Sep 2026

A Rekonstruksi Sistem Penjaminan Mutu PAI Berbasis Maqāṣid Al-Syarī‘Ah: Kerangka Indikator dan Implementasi PPEPP

Penjaminan mutu Pendidikan Agama Islam (PAI) perlu menjaga dua tuntutan sekaligus: kepatuhan terhadap standar pendidikan dan keterwujudan tujuan substantif pendidikan Islam. Artikel ini merupakan kajian konseptual yang mengkritisi kemungkinan reduksi mutu menjadi kepatuhan administratif dan menawarkan Maqāṣid al-Syarī‘...

Qomarudin, Mujtahid · 0 citations
Open access Aug 2026

Konstruksi Ekoteologi Fatwa MUI Lingkungan: Analisis Semantik dan Strategi Integrasi dalam Pembelajaran PAI Berbasis Proyek

Krisis lingkungan global yang semakin serius mendorong perlunya respons keagamaan yang sistematis, salah satunya melalui Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 86 Tahun 2023 tentang Hukum Pengendalian Perubahan Iklim Global. Namun, nilai-nilai ekoteologi dalam fatwa tersebut belum terintegrasi secara optimal ke dala...

A. Safitri, Arif Maulana, Khusnul Khotimah et al. · 0 citations
Open access Sep 2026

Pendidikan SKI yang Membebaskan: Reaktualisasi Kosmopolitanisme Buya Syafii Melalui Sinergi Baitul Hikmah Digital di Madrasah Non-Unggulan

Integrasi Baitul Hikmah Digital dan teknik reading with purpose di madrasah non-unggulan merupakan manifestasi nyata dari upaya membumikan pemikiran Buya Syafii Maarif mengenai keadilan epistemologis dan teologi pembebasan. Reaktualisasi gagasan "Islam Kemanusiaan" yang diperjuangkan Buya tidak lagi bersifat normatif,...

Putri Wulansari · 0 citations

We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads. See our Cookie Policy.