Aug 2026· Syar'ie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam· Vol 9, pp. 139-155· 0 citations· 9 references
Abstract
Perkembangan ekonomi digital melalui sistem e-commerce telah menghadirkan berbagai bentuk transaksi baru yang menuntut kajian hukum Islam yang lebih adaptif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kaidah al-aṣlu fī al-muʿāmalāt al-ibāḥah dalam transaksi ekonomi berbasis e-commerce. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap literatur fikih klasik, buku ekonomi Islam kontemporer, jurnal ilmiah, serta fatwa DSN-MUI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai bentuk transaksi digital seperti marketplace, akad elektronik, QRIS, e-wallet, cash on delivery dan sejenisnya, pada dasarnya diperbolehkan selama memenuhi prinsip syariah, yaitu tidak mengandung riba, gharar, maysir, dan tadlīs. Kaidah al-aṣlu fī al-muʿāmalāt al-ibāḥah tidak hanya berfungsi sebagai prinsip normatif, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kerangka evaluasi sistematis yang terdiri dari tiga tahap, yaitu prinsip praduga kebolehan, penyaringan kepatuhan syariah, dan evaluasi maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum Islam memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam merespons perkembangan teknologi digital, sehingga mampu tetap relevan dalam dinamika ekonomi modern tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar syariah.
Transformasi digital telah mengubah mekanisme pelayanan publik, termasuk penyelenggaraan jaminan kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN. Penelitian ini bertujuan menganalisis Mobile JKN sebagai inovasi pelayanan publik berdasarkan kaidah fikih al-masyaqqah tajlib al-taysir serta relevansinya terhadap pencapaian maqashid...
Perkembangan pesat ekonomi digital dan ekonomi berbagi telah melahirkan model transaksi baru yang mendisrupsi konsep hak dan kepemilikan konvensional, menimbulkan persoalan yuridis-etis terkait status aset digital, hak akses, dan alokasi tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan aplikabi...
Muhammad Afif Sholahudin, Mega Silvia· Jurnal Agama dan Sosial Huma...· 0 citations
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam kegiatan Puskapol (Puskapol) di UIN Sumatera Utara Medan melalui perspektif Tafsir Sosial (Al-Tafsir al-Ijtima'i). Sebagai lembaga akademik di bawah naungan universitas Islam, Puskapol UINSU memiliki tanggung jawab moral untuk menginte...
Aminuddin Aminuddin, S. Maryam, Annisa Ramadhani Saragih et al.· JURNAL RISET RUMPUN ILMU PEN...· 0 citations
Studi ini mengeksplorasi prinsip-prinsip pengelolaan konflik berdasarkan perspektif Al-Qur’an, dengan fokus analisis pada QS. Al-Hujurat ayat 9–10 sebagai dasar utama dalam merumuskan strategi penyelesaian konflik di lingkungan pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami nilai-nilai Qurani seperti islah...
Nida Uswatunnisa Keluarga Bahagia, Azmi Alawi Junaedi, Dini Pitriani et al.· An-Nahdliyyah: Jurnal Studi...· 0 citations
Ẓihār—ungkapan suami yang menyerupakan istrinya dengan mahramnya—merupakan persoalan hukum keluarga yang dijelaskan dalam QS. Al-Mujādilah ayat 1–4. Meskipun kajian tentang ẓihār telah banyak dilakukan, sebagian besar literatur terdahulu cenderung berfokus pada analisis fikih normatif dan formalistis, sehingga mengabai...
Aenol Rahman, Mawardin Muhammad Said, M. A. Siti Maryam· Amorti: Jurnal Studi Islam I...· 0 citations
Artikel ini bertujuan membahas empati sebagai nilia pendidikan karakter berdasarkan QS. Al-Qashash ayat 23-28. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh degradasi empati sosial di masyarakat modern akibat teknologi, dan krisis moral seperti ketidakpedulian terhadap kemiskinan, bencana alam, serta penggusuran warga miskin, y...
Nur Syamsi Anjani· Al-Shamela : Journal of Qura...· 0 citations
We use cookies to run the site and, with your consent, for analytics and to show ads.
See our Cookie Policy.